Blog nya Mas Wahyu….

Be Creative be Success – Catatan seorang pembelajar

  • Catatan seorang pembelajar

  • Tulisan Teratas

    • Tidak ada

Nulis di Blog tuh susah juga ya….??

Ditulis oleh Mas Wahyu di/pada November 1, 2008

Hehehe…., ternyata bikin blog itu gak semudah yang di bayangin yach…, udah lebih dari satu bulan semanjak tulisan terakhir saya di “Blognya Mas Wahyu ini”, mau nulis kok kayaknya beraaaaat banget. walaupun banyak ide sih yang ada di kepala, tetapi begitu udah berhadapan sama tuts keyboard komputer kok kayaknya ide2 nya kabur semua…, hmmmhm, apa mungkin aku gak punya bakat nulis ya… ??

Anyway maybe I should keep tryin kale ya…, so this blog should become my life notes for the future, karena biar gimana juga niatan ku bikin blog ini memang biar aku bisa punya pices of notes of my life kok….

Ditulis dalam My Life.... | Leave a Comment »

Menjadi Pemain Bola Profesional

Ditulis oleh Mas Wahyu di/pada September 24, 2008

Beberapa waktu yang lalu teringat pembicaraan dengan salah seorang sahabat mengenai nasib status kerja kita di perusahaan yang sama. pada saat itu kami yang sama2 sudah di Manajerial position juga pada saat itu statusnya sama2 masih kontrak. Saya sedikit lebih beruntung karena saya belum genap tiga tahun bekerja di perusahaan tersebut, jadi kalo posisi saya kontrak.., mungkin masih masuk akal, karena masih sesuai dengan UU tenaga kerja yang ada, walaupun agak miris juga karena dengan tingkat tanggung jawab yang ada kayaknya kok aneh ya kalo statusnya masih kontrak seperti itu.

Namun demikian lain halnya dengan sahabat saya tersebut. dirinya sudah bekerja lebih dari 3 tahun dan akan memasuki tahun ke 4 masa kerjanya. beberapa bulan yang lalu dia baru saja di “recleaning” kontrak kerjanya, dalam arti pada saat masuk tahun ke 4 dia dianggap sebagai karyawan baru dengan kondisi semua remunisasi dianggap sebagai karyawan beru termasuk dengan THR nya yang dihitung prorate dari masa kerja dari pertama kali kontraknya di recleaning/diperbaharui.

dalam percakapan kita, dengan sedikit kesan menghibur diri sendiri dan dengan logat sundanya (karena memang dia orang sunda), sahabat saya mengatakan ” yah, saya mah anggap saja sedang menjadi pemain Sepak bola, kalo sudah gakdi inginkan tinggal pindah ke Klub lain, tapi yang pasti selama saya masih disini ya saya akan tetap fight bermain untuk klub ini”. begitu katanya.

Very simple words saya kira. di saat kita semua berharap adanya sebuah kenyamanan dan keamanan dalam bekerja, di sisi lain selalu ada sisi positif dari setiap keadaan yang ada. dan dari contoh diatas menggambarkan bahwa dalam bekerja kita memang di hadapkan pada kondisi harus terus dan terus berkarya agar kita bisa dapat survive.

Analogi sebagai pemain bola Profesional dalam dunia  kerja memang sangat masuk akal, dimana sering kita temui orang berpindah kerja dari satu perusahaan kecil yang mana karirnya gak pernah berubah, setelah pindah ke Perusahaan besar tiba2 karirnya bisa melesat seperti pemain bintang. ada juga seorang pemain Bintang yang bersinar di suatu klub/perusahaan menjadi melempem pada saat pindah ke club lain, ada juga pemain yang di agung2 kan di suatu klub,menjadi pahlawan dan berharap bisa menjadi legenda klub  tiba2 pindah ke klub lain.

Banyak pula yang mempengaruhi perpindahan serta bertahannya seorang pemain mulai dari gaji yang besar, loyalitas, gaya bermain, faktor keluarga, dsb. namun satu hal yang pasti adalah bukan menjadi masalah ke klub mana dia akan pindah, atau dengan alasan apa seseorang harus pindah klub,namun di manapun dia bermain…, dia harus dapat menunjukan performa terbaiknya d lapangan.Saya kira hal itu juga berlaku di dunia kerja…..

barangkali ada yang punya komentar…

Ditulis dalam Carrer Path | Leave a Comment »

Mengapa Andi F Noya keluar dari Metro TV ??

Ditulis oleh Mas Wahyu di/pada September 23, 2008

Berikut adalah kutipan dari websitenya Andy F Noya :

source: http://www.kickandy .com//


Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin
redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang
yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena pecah kongsi dengan Surya
Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak
menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power
yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita,
tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan
sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang
beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah
Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang
kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan
diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya
kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa
mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam.
Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan
tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak
lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya
ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi
Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka
hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu
selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan
habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika
keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain.
Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun
persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak
sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat
lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh
seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak
perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia
memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang
hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu
sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi
sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak
dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa
nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi
perubahan dan tantangan yang lebih besar.
Mereka yang tidak mau berubah,
dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang
menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang
mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang
selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah
tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya.
Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan
Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin
disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah
sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa
tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang
sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing,
mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata
tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang
pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai
dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah
mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia
tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga
menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka
tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi
apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata
putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling
banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang — dan membuat mereka
tidak bahagia — adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008),
kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar
dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan
Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis
untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih
menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya
sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini
memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya
kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara
mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat
beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi.
Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka
mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama
memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan
komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku
ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai
public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan
yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak
tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu
gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi.
Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu
personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone.
Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak
heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu
melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena
saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya.
Hidup saya, katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka
yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah
menemukan lentera jiwa mereka

Ditulis dalam Carrer Path | Leave a Comment »

Kangen nya Purwokerto

Ditulis oleh Mas Wahyu di/pada September 18, 2008

Duh…. hari ini hampir 2 bulan kurang 2 hari tinggalin Purwokerto…., kebayang terus sama kota itu…, teringaat masih nyamannya kota itu..

kadang aku masih ngerenung, kenapa ya….., kita, saya dan keluarga bisa ambil keputusan yang mungkin buat sebagian orang (termasuk hati kecil saya juga kadang masih suka bicara demikian) bukan keputusan yang tepat. hehehe…. but anyway keputusan has been made, so kita memang harus move forward.

yah bayangin aja kenyamanan sebagai Branch Manager dengan semua fasilitasnya, “power” nya walaupun hanya di daerah kecil di jawa bisa kita tinggalkan demi sesuatu yang gak pasti dan kehidupan kota yang sumpek seperti sekarang.

Dulu saya selalu membuat pola berfikir saya bahwa hidup selalu seperti sebuah bisnis. selalu ada keputusan bisnis yang tepat dan selalu ada keputusan bisnis yang buruk. tetapi sebagai mindset seorang pebisnis semua itu baik keputusan baik maupun keputusan yang salah bukan menjadi masalah karena pada intinya setiap keputusan yang di ambil harus di pertanggung jawabkan dan harus selalu bisa bangkit kembali setelah melakukan keputusan yang salah.

Dalam hal ini saya tidak secara elsplisit menyatakan bahwa kepindahan kembali saya ke Jakarta & join dengan Sony Indonesia merupakan keputusan yang saya sesali. hanya saja memang Kota Purwokerto yang buat kami sekeluarga ngangeni itu benar2 terus kebayang di kepala saya.

Keputusan kami pada saat itu intinya adalah bahwa kami tidak ingin terus berada dalam Comfort zone, walaupun baru kurang lebih 2 tahun tinggal di Purwokerto, tetapi kami sepakat bahwa saya sudah berada dalam zona Comfort yang menurut kami pada saat itu berbahaya jika kita terlalu lama ada di dalamnya

Hal positif yang kami rasakan saat ini adalah.., otak saya sekarang lebih kencang berputar disini, dan mimpi2 itu mulai terlihat…, lebih wise dalam keuangan, dan lebih realize bahwa jalan itu masih sangat panjang…,

hmmmm….. pikiran2 itu dulu kok gak pernah muncul ya pada saat saya di Purwokerto ???

Ditulis dalam My Life.... | Leave a Comment »

Tangis di setiap Ramadhan

Ditulis oleh Mas Wahyu di/pada September 3, 2008

“Allhamdullilah…….Ya Robb, engkau berikan lagi kesempatan padaku untuk kembali merasakan Bulan Suci ini”.

Ungkapan ini yang selalu terucap dalam diri saya setiap kali malam pertama Ramadhan Tiba, namun.. tidak lama dari itu…. saya selalu kembali termenung, menangis dan merintih dalam hati…, hmmm, kenapa ya saya selalu merasa menjadi sedih jika Ramadhan tiba, ya… sedih.. bukan karena datangnya Bulan Suci yang penuh berkah ini, tetapi sedih karena kok kadar keimanan saya rasa-rasanya gaaak pernah meningkat-meningkat, Bulan Ramadhan yang ada cuma menjadi moment pengingat saja dan bukan menjadi event untuk dapat menjadi lebih baik kedepan….

“Ya Allah…. apakah saya separah itu kah ??”, Ramadhan hanya sebagai pengingat… ??, sering kali disetiap awal Ramadhan kita bersigap untuk beribadah dengan penuh semangat, namun makin hari malah semakin Loyo dan pada saatnya tiba Ramadhan terlewati kita kembali ke kebiasaan kita sebelum Ramadhan kemarin….,

Sesaat pemikiran itu muncul sore ini disaat saya sedang berkendaraa pulang dari kantor, di jalan pada saat Magrib tiba Mesjid2 penuh dengan orang berbuka Puasa dan sholat…, padahal di hari biasa saya tahu persis mesjid2 tsb selalu sepi, ada apa ya… sebenarnya dengan saya, dengan masyarakat kita.., betapa malunya ya… kita di hadapanNya…

Any comments ??

Ditulis dalam Kehidupan | Leave a Comment »

Welcome to my Blog

Ditulis oleh Mas Wahyu di/pada Agustus 20, 2008

Hallo….., Salam luar biasa dari Saya… Wahyu Purnomo.

wahyoepurnomo.wordpress di buat bertujuan sebagai fasilitas bagi kita semua orang-orang yang punya mimpi besar untuk dirinya sendiri dan keluarganya…. Disini saya akan coba bantu teman-teman semua untuk bisa saling berdiskusi tentang kehidupan, pekerjaan, dan semua yang berhubungan dengan apa yag menjadi semangat hidup kita semua…. semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Jika anda punya masalah,perlu motivasi atau mau berkonsultasi tentang karir, keuangan,dsb…., silahkan send your email ke wahyoe_purnomo@yahoo.com sedikit barangkali bisa saya berikan solusinya dan  bisa saya upload di Blog ini untuk kita diskusikan bersama. 

so just keep your spirit… Be Creative Be success….

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »